Training Hazard and Operability Studies (HAZOPS) Sertifikasi BNSP
Persyaratan
Berikut persyaratan untuk mengikuti Pelatihan Hazard and Operability Studies (HAZOPS) Sertifikasi BNSP yang diselenggarakan oleh Training Indonesia:
- Ijazah D3 dengan surat pengalaman kerja minimal 3 (tiga) tahun di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3); atau
- Ijazah D4/S1 dengan surat pengalaman kerja minimal 1 (satu) tahun di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3); atau
- Sertifikat pelatihan berbasis kompetensi HAZOPS bagi yang belum memiliki pengalaman kerja, dengan pendidikan minimal D4/S1.
- Pas foto ukuran 3 × 4 cm sebanyak 4 lembar dengan latar belakang merah.
- Fotokopi KTP.
- Curriculum Vitae (daftar riwayat hidup).
- Fotokopi atau scan ijazah terakhir.
Cakupan Materi
Skema unit kompetensi untuk Pelatihan Hazard and Operability Studies (HAZOPS) Sertifikasi BNSP by Training Indonesia
| N0 | KODE UNIT | JUDUL UNIT |
|---|---|---|
| 1 | M.71KKK01.001.1 | Merancang Strategi Pengendalian Risiko K3 di Tempat Kerja |
| 2 | M.71KKK01.005.1 | Melakukan Pengukuran Faktor Bahaya di Tempat Kerja |
| 3 | M.71KKK01.011.1 | Menerapkan Manajemen Risiko K3 |
| 4 | B.09KKK00.012.3 | Menerapkan Hazard and Operability studies (HAZOPs) di Tempat Kerja |
Biaya / Investasi Training Hazard and Operability Studies (HAZOPS)
Biaya Online/Blended Training
Rp 4.000.000
Biaya Offline Training
Rp 6.000.000
Venue & Jadwal Training
Venue
Bandung/Jakarta/Yogyakarta
Durasi
3 Hari
Jadwal
Benefit & Fasilitas
- Modul Training
- Sertifikat BNSP
- Sertifikat Pelatihan/Attendance
- Instruktur Qualified
- Notebook & Ballpoint
- T-Shirt
- Goody Bag
- Tumbler
- Dokumentasi Training
- Ruang Training (Full AC & Multimedia)
- Makan Siang & 2x Coffee Break
Kenapa Kami?




Profesional dan Kompeten Bersama Training Indonesia dengan 100% Sertifikasi Resmi!
Informasi Training
Training Hazard and Operability Studies (HAZOPS) - Sertifikasi BNSP
Tujuan Pelatihan Hazard and Operability Studies (HAZOPs)
Pelatihan Hazard and Operability Studies (HAZOPs) bertujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam mengidentifikasi potensi bahaya, menganalisis risiko operasional, serta merancang strategi pengendalian risiko K3 secara sistematis di tempat kerja. Melalui pelatihan ini, peserta akan dibekali pemahaman mengenai penerapan manajemen risiko K3, metode pengukuran faktor bahaya, serta teknik pelaksanaan studi HAZOP untuk memastikan proses kerja berjalan aman, efisien, dan sesuai dengan standar keselamatan kerja.
Selain itu, pelatihan ini juga dirancang untuk mempersiapkan peserta agar mampu mengimplementasikan metode HAZOP secara efektif dalam kegiatan operasional perusahaan, sehingga potensi kecelakaan kerja, kegagalan proses, maupun gangguan operasional dapat diidentifikasi dan dicegah sejak dini.
Manfaat Pelatihan bagi Peserta
Mengikuti pelatihan ini memberikan berbagai manfaat bagi peserta, antara lain:
- Meningkatkan pemahaman mengenai konsep manajemen risiko dan identifikasi bahaya di tempat kerja.
- Memiliki kemampuan melakukan pengukuran dan evaluasi terhadap faktor bahaya yang dapat mempengaruhi keselamatan kerja.
- Menguasai metode Hazard and Operability Studies (HAZOP) untuk menganalisis potensi kegagalan proses dan risiko operasional.
- Meningkatkan kompetensi profesional di bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
- Mendukung kesiapan peserta dalam mengikuti sertifikasi kompetensi terkait penerapan HAZOP dan manajemen risiko K3.
- Menjadi tenaga kerja yang lebih kompeten dalam merancang strategi pengendalian risiko di lingkungan kerja.
Manfaat Pelatihan bagi Perusahaan
Bagi perusahaan, pelatihan ini memberikan nilai strategis dalam meningkatkan sistem keselamatan kerja dan keberlangsungan operasional, di antaranya:
- Membantu perusahaan mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko operasional secara lebih sistematis.
- Mendukung penerapan manajemen risiko K3 yang efektif sesuai dengan standar keselamatan kerja.
- Mengurangi potensi kecelakaan kerja, kerugian operasional, serta gangguan proses produksi.
- Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dalam melakukan analisis risiko berbasis metode HAZOP.
- Memperkuat budaya keselamatan kerja (safety culture) di lingkungan perusahaan.
- Mendukung kepatuhan perusahaan terhadap regulasi keselamatan dan kesehatan kerja yang berlaku.
Instruktur atau trainer yang diselenggarakan oleh Training Indonesia merupakan praktisi berpengalaman dan akademisi resmi dari BNSP.