Training Pengelolaan Cara Produksi Pangan Olahan Yang Baik (CPPOB) Sertifikasi BNSP
Persyaratan
Berikut persyaratan untuk mengikuti Pelatihan Pengelolaan Cara Produksi Pangan Olahan Yang Baik (CPPOB) Sertifikasi BNSP yang diselenggarakan oleh Training Indonesia:
- Minimal lulusan SMA/SMK
- Pas foto terbaru ukuran 4 x 6 cm sebanyak 2 lembar
- Fotokopi identitas diri (KTP/Paspor/KITAS)
- Curriculum Vitae (CV) atau daftar riwayat hidup terbaru
- Fotokopi ijazah terakhir
Cakupan Materi
Skema unit kompetensi untuk Pelatihan Pengelolaan Cara Produksi Pangan Olahan Yang Baik (CPPOB) by Training Indonesia
| No | Kode Unit | Judul Unit Kompetensi |
|---|---|---|
| 1 | THP.OO01.006.01 | Mengikuti Prosedur Kerja Menjaga Praktik Pengolahan yang Baik (GMP) |
| 2 | C.100000.006.01 | Melaksanakan program dan prosedur keamanan pangan |
| 3 | C.100000.028.02 | Mendesain Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB)/Good Macufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP) |
| 4 | C.100000.064.02 | Menerapkan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB)/Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standar Operating Procedures (SSOP) dan/atau Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) |
Biaya / Investasi Training Pengelolaan Cara Produksi Pangan Olahan Yang Baik (CPPOB)
Biaya Online/Blended Training
Rp 4.000.000
Biaya Offline Training
Rp 5.450.000
Venue & Jadwal Training
Venue
Bandung/Jakarta/Yogyakarta
Durasi
3 Hari
Jadwal
Benefit & Fasilitas
- Modul Training
- Sertifikat BNSP
- Sertifikat Pelatihan/Attendance
- Instruktur Qualified
- Notebook & Ballpoint
- T-Shirt
- Goody Bag
- Tumbler
- Dokumentasi Training
- Ruang Training (Full AC & Multimedia)
- Makan Siang & 2x Coffee Break
Kenapa Kami?




Profesional dan Kompeten Bersama Training Indonesia dengan 100% Sertifikasi Resmi!
Informasi Training
Training Pengelolaan Cara Produksi Pangan Olahan Yang Baik (CPPOB) - Sertifikasi BNSP
Tujuan Training CPPOB (BNSP)
Training ini bertujuan untuk membekali peserta dengan kompetensi dalam menerapkan standar produksi pangan olahan yang aman, higienis, dan sesuai regulasi nasional maupun internasional. Secara lebih spesifik, tujuan pelatihan ini adalah:
- Meningkatkan pemahaman peserta terhadap prinsip Good Manufacturing Practices (GMP), Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP), dan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).
- Membekali peserta dengan kemampuan menjalankan prosedur kerja dalam menjaga praktik pengolahan pangan yang baik sesuai standar CPPOB.
- Mengembangkan keterampilan dalam merancang dan mengimplementasikan sistem produksi pangan olahan yang memenuhi persyaratan keamanan pangan.
- Mempersiapkan peserta untuk mengikuti sertifikasi kompetensi BNSP di bidang pengelolaan CPPOB.
- Mendukung terciptanya sistem produksi yang konsisten, terdokumentasi, dan terstandarisasi di industri pangan.
Manfaat Training CPPOB Bagi Peserta
Mengikuti training ini memberikan nilai tambah yang signifikan bagi individu yang bekerja di sektor industri pangan, di antaranya:
- Memiliki kompetensi profesional dalam penerapan CPPOB, GMP, SSOP, dan HACCP.
- Meningkatkan peluang karier di industri makanan dan minuman yang semakin ketat dalam standar keamanan pangan.
- Mendapatkan pengakuan kompetensi melalui sertifikasi BNSP yang diakui secara nasional.
- Mampu mengidentifikasi potensi bahaya dalam proses produksi serta menentukan langkah pengendaliannya.
- Lebih percaya diri dalam menjalankan tugas operasional maupun pengawasan kualitas produk pangan.
Manfaat Training CPPOB Bagi Perusahaan
Bagi perusahaan, pelatihan ini memberikan dampak strategis dalam peningkatan kualitas dan daya saing bisnis:
- Memastikan proses produksi pangan sesuai dengan standar CPPOB, sehingga meningkatkan kualitas dan keamanan produk.
- Mengurangi risiko kontaminasi, kesalahan produksi, dan potensi kerugian akibat produk tidak memenuhi standar.
- Meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperkuat reputasi brand di pasar.
- Mendukung kepatuhan terhadap regulasi pemerintah dan persyaratan audit (internal maupun eksternal).
- Meningkatkan efisiensi operasional melalui penerapan prosedur kerja yang sistematis dan terdokumentasi.
- Menjadi nilai tambah dalam menghadapi persaingan industri pangan, baik di pasar lokal maupun ekspor.
Instruktur atau trainer yang diselenggarakan oleh Training Indonesia merupakan praktisi berpengalaman dan akademisi resmi dari BNSP.