Perangkat yang dapat mengirim data tanpa harus terus-menerus dikendalikan manusia kini semakin mudah ditemukan. Sensor pada mesin, perangkat rumah, kendaraan, hingga sistem pertanian dapat saling terhubung melalui jaringan. Konsep tersebut dikenal sebagai Internet of Things (IoT). Training Internet of Things dari Training Indonesia membantu peserta memahami cara kerja IoT sekaligus melihat penerapannya dalam dunia nyata.
Secara umum, IoT menghubungkan perangkat fisik dan sistem digital melalui jaringan. Setiap perangkat memiliki identitas tertentu dan dapat bertukar data. Teknologi ini banyak digunakan untuk meningkatkan efisiensi, memahami kondisi operasional, dan membantu proses pengambilan keputusan.
Memahami IoT dari Dasar hingga Implementasi
Training Internet of Things diawali dengan pengenalan konsep IoT. Peserta kemudian masuk lebih dalam untuk memahami hubungan antara perangkat, jaringan, sensor, dan data.
Salah satu materi yang dibahas adalah penggunaan sensor dan actuator untuk berinteraksi dengan lingkungan fisik. Peserta juga mempelajari cara menghubungkan perangkat ke internet agar data dapat dikirim dan digunakan oleh sistem.
Pembahasan tersebut memberikan dasar sebelum peserta masuk ke contoh penerapan IoT yang lebih spesifik.
Melihat IoT Lewat Studi Kasus Smart Farm
Bagaimana IoT digunakan di bidang pertanian? Contohnya dapat dilihat melalui studi kasus smart farm yang dibahas dalam pelatihan.
Peserta akan mempelajari beberapa penerapan, seperti:
- Memprediksi pertumbuhan tanaman
- Mendeteksi kelembapan tanah
- Melakukan penyiraman tanaman secara otomatis
- Memindahkan data tanaman ke cloud
- Memindahkan application logic ke cloud
- Menjaga keamanan sistem tanaman
Studi kasus ini menunjukkan bahwa IoT tidak hanya berbicara tentang perangkat yang terkoneksi. Data dari sensor dapat digunakan untuk membantu proses pemantauan dan otomatisasi.
Dari Smart Farm ke Industri Manufaktur
Penerapan IoT juga dapat ditemukan di lingkungan manufaktur. Karena itu, Training Internet of Things membahas studi kasus mengenai pemeriksaan kualitas buah menggunakan perangkat IoT.
Materinya meliputi proses melatih fruit quality detector, melakukan pengecekan kualitas melalui perangkat IoT, menjalankan detektor pada edge, serta memicu proses deteksi berdasarkan sensor.
Pendekatan seperti ini memperkenalkan peserta pada penggunaan IoT yang menggabungkan sensor, perangkat, data, dan pemrosesan.
Durasi, Biaya, dan Fasilitas Training
Training Indonesia menyelenggarakan Training Internet of Things selama 3 hari secara offline di Bandung. Biaya normalnya Rp6.900.000 per peserta.
Tersedia harga promo Rp6.700.000 per peserta untuk pendaftaran early bird atau perusahaan yang mendaftarkan 3 peserta dari perusahaan yang sama.
Fasilitas peserta meliputi modul training soft file, sertifikat pelatihan/attendance, instruktur yang qualified, T-shirt, goody bag, serta ATK. Peserta juga mendapatkan ruang training ber-AC dengan multimedia lengkap, coffee break 2 kali, dan lunch 1 kali setiap hari.
Lengkapi Pilihan Training Teknologi Anda
Training Indonesia menyediakan berbagai pelatihan yang masih berkaitan dengan teknologi dan telekomunikasi. Bagi yang ingin memperdalam pengelolaan infrastruktur kabel, tersedia Training Manajemen Kabel pada Jaringan Telekomunikasi.
Ada pula Training ITIL Foundation untuk peserta yang ingin memahami manajemen layanan teknologi informasi. Sementara itu, Training IPTV dapat dipilih untuk mempelajari teknologi, layanan, peluang bisnis, dan regulasi IPTV.
Jika perusahaan ingin meningkatkan pemahaman tim mengenai teknologi IoT dan penerapannya, Training Internet of Things dapat menjadi pilihan pelatihan. Hubungi Training Indonesia untuk mendapatkan informasi jadwal dan pendaftaran.